Menurut Kantor Berita ABNA, teriakan masyarakat Bahrain masih terus menggaung diangkasa. Komitmen masyarakat Bahrain dalam aksinya adalah bentuk penekanan akan kebenaran pergerakan yang mereka lakukan.
Dibawah ini adalah berbagai peristiwa yang terjadi pada hari ke 97 hari-hari revolusi masyarakat Bahrain.
Pada aksi demonstrasi hari jumat masyarakat kembali harus menghadapi serangat sengit dari tentara Ali Khalifah.
Kelanjutan aksi demontrasi pada hari Jumat 20 Mei 2011.
Ribuan demonstran Bahrain selepas melaksanakan shalat Jum’at berjamaah di kota Diya dan al-Diraz dan di beberapa kota yang lain bersama-sama turun kejalan, bersama-sama menyerukan yel-yel penggulingan Ali Khalifah.
Karena mereka menyerukan yel-yel yang berisikan penggulingan pemerintahan Ali Khalifah maka mereka diserang oleh pasukan keamanan Ali Khalifah dengan bantuan tentara Ali Suud, setelah itu beberapa demonstran pun dicekal.
Penyerangan itu ditujukan untuk memecah belah barisan para demonstran.
Pernyataan Obama dengan kebijakan pemerintahan Bahrain satu arah.
Pemerintah Bahrain menyambut hangat pernyataan resmi presiden Amerika yang mengungkapkan bahwa apa yang dijalankan Ali Khalifah itu sesuai dengan koridor demokrasi.
Pemerintah Bahrain sendiri menyatakan, landasan dan pandangan Barack Obama terkait pembentukan pemerintahan kerajaan Bahrain untuk dibentuk sebagai pemerintahan Demokratis secara hukum adalah bentuk penghormatan pada nilai demokrasi dan juga upaya untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan adalah suatu hal yang logis.
Pemerintahan Bahrain tanpa menyinggung sedikitpun berbagai penindasan pada masyarakat dengan pasukan keamanannya menyatakan bahwa pintu dialog masih terus terbuka, pemerintah Bahrain sendiri berharap bisa melakukan dialog dengan perwakilan dari berbagai pihak yang ada untuk mendapatkan kesepakatan bersama.
Dengan memungkiri berbagai penindasan dan penyiksaan yang dilakukan pada kubu revolusioner mengaku bahwa pemerintahan Bahrain telah menjalankan segala ketentuan Internasional dan kode-kode nilai kemanusiaan.
Syair untuk Masyarakat Bahrain dari penyair berkebangsaan Uruguay
Seorang Penyair Uruguay dengan dirilisnya Syair dengan judul Tangisan bercucuran untuk Manamah menjadikannya sebagai suatu persembahan atas perjuangan dan perlawanan masyarakat Bahrain pada Diktator Ali Khalifah.
Penyair muslim ini pada pembukaan syairnya menulis, sebagai seorang manusia, wanita tua, dan sebagai seorang warga Uruguay dan juga sebagai seorang muslim kita tidak bisa hanya berdiam diri dihadapan teriakan kepedihan masyarakat Bahrain, dan kami berharap pada Tuhan yang Maha Pemberi sehingga mengabulkan permohonan Bangsa Arab yang ingin melepaskan diri dari jerat kedhaliman.
Selanjutnya dalam syair itu dia juga mengungkapkan, aku berharap Dunia ini disatukan satu dengan yang lain dan kita bisa hidup bersama disana. Dihadapan keadaan yang begitu pedih ini, dimana pendengaran tidak mendengar, mata yang tidak melihat, hati yang sekeras batu, dan pemikiran yang tidak logis. Aku berharap demi air mata yang tertumpah semoga diberikan Rahmat.
Independent menulis, Camron merangkul pemerintahan sementara Bahrain.
Salah satu harian Inggris dengan mengisyaratkan pada sambutan hangat perdana menteri Inggris atas kedatangan Raja Bahrain menekankan, “Comron telah mendukung pemerintahan sementara Bahrain.”
Dalam laporannya menyinggung kunjungan Syaikh Salman bin Hamid Ali Khalifah datang ke London dan bertemu dengan Comron menulis, “ Setelah Barack obama meminta Negara-negara kawasan Timur Tengah untuk menjunjung Nilai-nilai Demokrasi, perdana menteri Inggris seiring dengan itu memberikan sambutan hangat pada petinggi Bahrain.”
Selanjutnya harian ini menulis bahwa di Bahrain sehari mendatang masyarakat Bahrain akan kembali mendapatkan berbagai penindasan, karena pemerintahan Bahrain punya kekuatan cukup dengan adanya sokongan pemerintahan Arab Saudi untuk menindas masyarakat yang menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Tapi di Kantor Perdana Menteri Inggris, David Comron saling menyapa hangat dengan pimpinan Negara Bahrain. Dimana satu sisi pemerintahan Arab merasa bahwa Inggris tidaklah mendukung Bahrain secara sempurna tapi mengapa Syaikh Salman perwakilan kerajaan Bahrain disambut dengan hangat.
Kembali Independent menulis. Pertemuan tersebut menjadi modal kebangkitan para politisi dan aktivis pembela hak-hak asasi manusia.
Harian Daily Telegraf juga menulis Comron setelah pengambilan gambar saat berjabat tangan dengan pimpinan Bahrain lalu mengajaknya ke kantor Inggris. Para pemprotes mengumumkan bahwa petinggi Inggris tidak semestinya membentangkan permadani merah untuk orang yang bertanggungjawab atas berbagai penyiksaan di Bahrain.
Pelajar melakukan puasa sebagai bentuk dukungan pada masyarakat Bahrain.
Seorang pelajar dari Hamadan yang tinggal di Kota Qom di depan Majma Perwakilan hauzah Ilmiah berkata, “500 orang dari para pelajar Hamadan yang tinggal di kota Qom sebagai rasa simpatik melakukan puasa selam tiga hari.”
Hujjataul Islam Jalal Radhawi Mehr dengan mengisyaratkan pada pertemuan para pelajar hauzah asal Hamadan di Qom dengan dihadiri wakil wali faqih dan Imam Jum’at Hamadan menjelaskan, “Pada pertemuan ini para pembesar dan perwakilan pelajar agama Hamadan mengajukan diri untuk melakukan puasa tiga hari sebagai bentuk simpati pada penderitaan masyarakat Bahrain, dan sebagai ungkapan bahwa mereka senasib dengan masyarakat Bahrain.
Beliau mengingatkan, “Dikarenakan kedhaliman pasukan penjajah Ali Su’ud dan pasukan Ali Khalifah dalam merapas hak-hak masyarakat Bahrain 500 pelajar dari pelajar agama Hamadan yang tinggal di Qom akan berdoa untuk kehancuran Ali Khalifah dalam keadaan berpuasa.
Pernyatan persatuan masyarakat Mesir dengan masyarakat terdhalimi Bahrain
Beberapa orang dari masyarakat Mesir di depan bangunan kedutaan Bahrain di Kairo menyatakaan persatuan mereka dengan masyarakat Bahrain, mereka juga memprotes tindakan Ali Khalifah dan juga campur tangan angkatan perang Arab Saudi didalam urusan Negara Asing.
Perkumpulan warga Mesir itu menyatakan bahwa raja Arab Saudi telah bekerjasama dengan Raja Bahrain untuk menindas masyarakat.
Masyarakat Mesir tersebut menekankan, “Bertentangan dengan pengakuan-pengakuan Rezim Bahrain yang tidak sesuai kenyataan. Karena sebenarnya masyarakat Bahrain hanya ikut dalam aksi damai dalam menyampaikan aspirasi mereka."
Sekelompok masyarakat Mesir didepan kedutaan Bahrain itu meminta organisasi antar Bangsa PBB dan juga organisasi hak-hak asasi manusia untuk menjadi pelindung masyarakat Bahrain yang terdhalimi.
Pada kesempatan yang sama angota parlemen Mesir berkata bahwa masyarakat Mesir tidak akan membiarkan berbagai tindakan dan kebijakan para diktator Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang menjadi penghalang penghukuman mati Husni Mubarak.